Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025
Seberapa lama lagi aku harus menunggu tidur nyenyakku, makan enakku, dan pikiran tenang itu? Seberapa lama lagi aku harus merasakan sesak didada yang tidak ada redanya? Seberapa lama lagi rumah ini menjadi tempat paling nyaman untuk pulang? Seberapa banyak lagi tempat yang harus aku kunjungi untuk sekedar mencari damai? Seberapa lama lagi aku berhenti bertanya perihal "SEBERAPA LAMA LAGI?" Aku ingin pulang pada hilang yang disebut tenang, aku ingin berbisik pada mereka yang terlalu berisik dan mengusik; Bolehkah sesekali aku yang didengar? bolehkah sesekali aku tidak dihakimi? bolehkah sesekali aku yang dipahami?  Aku kalah, sebab lawanku kalian. Isakan itu tak berarti apa-apa untuk kalian bukan? aku kalah sebelum perang dimulai.  kisah ini ditulis dari sebuah keresahan seorang perempuan dewasa yang tidak pernah terpikir akan ada dalam hidupnya. Tiap pagi kupandangi cermin dengan seksama. Mata ituuuu, yaa mata itu tidak pernah lagi sedamai tujuh tahun kebelakang. Kerutan-keru...