peran penting orang tua dalam pengawasan anak usia dini dalam hal mengunakan gadget
Nama: SITI KHOPIPAH ( 20820132)
Gadget memiliki berbagai fitur dan aplikasi yang menarik, bervariasi,
interaktif, dan fleksibel sehingga menambah daya tarik bagi setiap orang, baik
dari kalangan lansia, muda, remaja, bahkan anak usia dini. Gadjet memiliki
banyak manfaat dalam kehidupan manusia jika digunakan dengan baik dan tepat,
namun hal positif selalu berdampingan dengan hal negative begitupun dalam
penggunaan gadget.
Namun dalam atrikel ini kita akan membahas peran penting orang tua
dalam pengawasan anak untuk menggunakan gaget, bagi anak-anak usia dini jika
gadget digunakan tanpa pengawasan orang tua, bahkan banyak anak- anak usia dini
diberi tontonan supaya anteng saat ibunnya bekerja, hal ini juga terjadi pada
lingkungan saya khusunya pada adik saya, yang usiannya masih 2 tahun tapi sudah
kecanduan menonton cocomelon di youtube, setiap dia menangis handphone kadang
menjadi obat penenang agar dia berhenti menangis ini adalah hal yang kurang
baik disaat ibu sibuk bekerja apadaya kita sebagai kaka, kadang kita sebagaimana
manusia suka memilih yang mudah dibanding yang benar .
Pada masa usia dini anak mengalami masa keemasan (The Golden
Years) yang merupakan masa dimana anak mulai peka/sensitif untuk menerima
berbagai rangsangan. Masa peka pada masing-masing anak berbeda seiring dengan
laju pertumbuhan dan perkembangan anak secara individual.
Pada masa ini seluruh aspek perkembangan kecerdasan
(kognitif), yaitu kecerdasan intelektual, emosi, danspiritual mengalami
perkembangan yang luar biasa sehingga yang akan mempengaruhi dan menentukan
perkembangan selanjutnya.
Sesuai dengan teori perkembangan kognitif menurut Jean
Piaget, dimana Piaget membagi perkembangan kognitif anak ke dalam 4 periode
utama yaitu:
1. Tahap sensori motor (usia 0-2 tahun) Pada masa ini, bayi
lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasi
dunianya.
2. Tahapan praoperasional (usia 2-7 tahun) Pada masa ini, anak
mulai melakukan tindakan secara mental terhadap objek. Pada tahapan ini anak
mulai menggunakan dan mempresentasikan objek dengan gambaran dan kata-kata.
Pemikirannya masih bersifat egosentris.
3. Tahapan operasional konkrit (usia 7-11 tahun) Pada masa ini,
anak mulai menggunakan logika tidak lagi mempresentasikan objek hanya dengan
gambaran dan angka saja melainkan sudah dengan pemikirannya yang lebih
kongkrit. Anak tidak menilai benda hanya dari bentuknya saja.
4. Tahapan operasional formal ( usia 11 tahun sampai dewasa) Pada
tahap ini, anak mulai berfikir secara abstrak, menalar secara logis, dan
menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Anak mulai memahami tentang
cinta, bukti logis dan nilai.
Di era globalisasi ini perkembangan teknologi semakin berkembang
dengan pesat sesuai dengan perkembangan zaman.
Banyak orang tua yang lebih memilih cara mudah daripada benar
untuk menenangkan anak tanpa memikirkan bagiamana kedepannya, tidak dapat di elak
dan disangkal, tiap kali ibu saya pergi dan saya ditugasi untuk menjaga adik
saya yang masih 2 tahun ketika ruwet jalan keluar satu-satunnya memeberikan
tontonan namun dari hal itupun banyak hal-hal yang ternyata baik bagi perkembangan
bahasannya, seperti menambah pengetahuan tentang warna-warna dan binatang-
binatang namun hal buruknnya tiap pagi dia harus diberi tontonan jika tidak dia
menangis dan menuking-gulingkan diri.dan kadang jika tidak diawasi tontonan
yang tiba-tiba berganti ada kalimat yang kurang baik untuk ditiru.
Dari pernyataan kasus diatas sudah dapat disimpulkan bahwa memang
memberikan gadget pada anak tanpa adanya pengawasan orang dewasa atau orang
yang lebih tua memang akan cenderung menimbulkan beberapa dampak negatif,
inilah mengapa memberikan gadget pada anak masih menjadi suatu hal yang pro dan
kontra di kalangan masyarakat. Oleh sebab itu, Orang tua berperan penting dalam
perkembangan komunikasi anak usia dini, hususnya anak di bawah usia 5 tahun.
Salah satu upaya orang tua dalam memberikan pendidikan bagi anak dalam keluarga
di era digital seperti sekarang adalah dengan memberikan pendampingan dalam
penggunaan teknologi bagi anak. Melalui pendampingan tersebut, orang tua dapat
mengawasi anak dan mengarahkan konten-konten positif bagi anak untuk
menggunakan kemajuan teknologi secara tepat sesuai dengan masa tumbuh kembang
anak.
kiansa sedang menonton dan merasa bahagia

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar