Lintas Balik
Nama : Risa mulyani 20820129
Menghapiri hingga aku harus bercerita perihal masa yang akan datang, dikemudian hari entah akan terjadi atau hanya sebuah mimpi. Yang aku tau inilah yang ingin aku ceritakan, buku yang hanya tinggal halaman belakang, coretan itu mulai terlihat, aku tau cerita masa putih abu akan segera berakhir, mungkin password wifi akan menjadi rahasia baru .
Serempak Hitam-Putih, duduk melingkar tak tahu aturan, anak kecil saling berlari didepan halaman. Terbahak, ya aku pun begitu sesekali menyusuri lorong waktu sampai kita lupa pada malu, dan lupa bagaimana kita bertemu di titik itu. "Jar jangan-jangan kamu ya yang ngambil pulpen saya"."Maksudnya?"."itu buktinya disaku kamu"."Hmm, maaf tadi saya khilaf, dunia serasa gelap". Ekspresi dikala itu menggugah rasa untuk lebih dalam menyusuri lorong itu.
Barangkali kau juga ingin mengingat sesuatu hal sebelum aku yang lebih dalam mengingat tentang hal-hal bersama mereka. "REEEAL FRIENDS, bagaimana kalo itu saja".
Mendarat, hingga teriak keparat tepat didepan mataku entah hal apa yang membuat Andi sebegitu marahnya pada Fikri hingga ia harus mendaratkan pukulannya pada wajah Fikri padahal mereka sudah lama berteman, dan kaupun tau apa yang ku rasakan saat itu hingga aku yang harus menjadi saksi di depan guru, duduk di ruang bp, dan terus diberi pertanyaan percayalah rasanya itu sepertiii, ahh kau coba sajalah sendiri, itu mengagumkan.
"Elah jangan bahas itu, saya jadi malu Haha. Lagian itu saya lagi khilaf ya fik, kalo kata si pajar itutuh lagi gelap" Tempas Andi yang memotong celotehan Akbar."Kau juga taukan peg?"."Jangan diinget, lupain aja itu khilaf" Tempas Andi lagi sambil merangkul istrinya.
Ya jelas, kisah kasih memang lebih hebat, dia lebih kuat, dia lebih jahat, dan dia adalah ujian terberat, Kadang penghianatan dari persahabatan lahir pula dari sana. Mengikat sebuah ikatan dari persahabatan, sangat perlu diperhatiakan. Seharusnya mereka berkomitmen singkatnya seperti ini "Baik aku ataupun kamu, siapapun yang mengalah, jangan pernah ada yang patah" namun sehebat apaun kisah itu, kisah kebersamaanlah yang tentunya paling sempurna.
Hangat, seperti saat itu kurasa begitu, ya aku merindukannya lagi, rasa yang entah kapan akan kurasakan lagi. Satu detik pun sangat berharga jika kamu sudah tak lagi bersama mereka jelasnya, semua yang telah dilalui akan hilang, dan hanya akan menjadi kenang.
"Ini buat kamu, terus bukan masalah nasi kuningnya, bukan masalah harganya tapi siapa yang ngasihnya dan ketulusannya. Kamu ingat kalimat itu?"." Aih Risa, saya kira kamu udah lupa wkwk" sesekali memandangi seseorang yang sangat berarti dalam hidup saya. Kau pernah merasakan bagaimana bahagianya ketika seseorang memberimu sesuatu hal dengan tulusnya? Hingga kau dan dia menjadi pusat perhatian dikelas, suatu hal yang tidak pernah kau bayangkan ketika kau bersanding dipelaminan bersamanya.
"Mie nya udah jadi"." Jadi keinget dulu ya pertama Real friends terbentuk gara gara mie waktu ujan-ujan, seragam basah, mie yang makannya bareng-bareng gara-gara duit abis dipake buat benerin motor si dadan yang ga naik wkwkw". Bukankah sesama teman harus saling membantu? Bersama-sama kurasa perlu. Bukan hanya senang, susahpun harus bersama. "Dan ga nyanka juga ya ada tiga pasangan yang awalnya sahabatan haha, sampai kita udah punya bocah-bocah kecil itu, kita masih bisa kumpul gini, hebat ya kita wkwkw" Jodoh, siapa ada yang tahu, bagaimana kita seperti ini mana ada yang tau, takdir memang hebat. Barangkali anak tetanggamu, ataupun teman sekelasmu adalah jodohmu, atapun orang yang belum kenal sekalipun. "Ah Pajal sudah-sudah, makan dulu tuh nasi diatas mie mu sudah menjadi gunung. Saya kira kamu udah ga kaya dulu, nimbun mie dibawah Nasi". Hahahahaha
"Pajarrrrr kamu lagi, gara-gara kamu jadi jaringan wifinya keputuskan" Teriak Dina sambil membawa sapu mengejar pajar, dengan tubuh gempalnya dina berusaha sekuat mungkin mengejarnya. "Ampun din, ampun". "Mereka lagii selalu saja begitu, itu juga Sit?".seru Resi sembari memandangku "Yaaa itupun masuk kedalamnya, tunggu kita bertemu dimasa yang akan datang, dan menceritakan kisah ini, ah sudahlah. Kekantin kuy"." Kau ini selalu saja bercerita perihal hal itu haha".
Komentar
Posting Komentar